Metodologi

Cara kami meninjau lokasi sumber kayu

Analisis dimulai dari batas area yang diajukan klien. SangkanLogix meninjau informasi hutan dan lahan, perubahan dari waktu ke waktu, serta citra pendukung, lalu membaca temuan bersama data rantai pasok yang tersedia. Hasilnya bersifat indikatif dan disertai tanggal, ruang lingkup, serta catatan keterbatasan untuk mendukung proses uji tuntas (due diligence).

Tim meninjau peta dan grafik hasil analisis geolokasi indikatif
Tahapan analisis

Dari pengajuan area hingga pencatatan hasil

Pemeriksaan mencakup kualitas data area, pemilihan rujukan, dan penelaahan temuan. Indikasi yang memerlukan penjelasan lebih lanjut dicatat untuk ditindaklanjuti.

01 · DATA MASUK

Pemeriksaan data area

Area yang diajukan diperiksa keterbacaan, kelengkapan, cakupan, tingkat detail, dan asal informasinya.

02 · REFERENSI

Pemilihan informasi pembanding

Informasi geospasial dan temporal dipilih menurut fungsi, periode, kesesuaian wilayah, dan keterbatasannya.

03 · KONTEKS

Pembacaan temuan

Temuan pada area sumber dibaca bersama konteks lanskap dan informasi rantai pasok yang tersedia.

04 · PENINJAUAN

Peninjauan teknis

Indikasi, anomali, atau data yang belum selaras ditelaah lebih lanjut dan dapat memerlukan bukti pendukung tambahan.

05 · REKAMAN

Pencatatan hasil

Waktu, ruang lingkup, status, catatan penelaah, dan batas penggunaan disimpan bersama hasil.

Bahan analisis

Informasi yang digunakan dalam peninjauan

Batas sumber, rujukan tutupan lahan, informasi perubahan, dan citra pendukung digunakan bersama. Masing-masing mempunyai cakupan dan keterbatasan. Tidak satu pun menjadi dasar tunggal untuk menyimpulkan kepatuhan EUDR.

01

Area sumber yang dinyatakan

Batas lokasi dibaca sesuai cakupan, tingkat detail, dan asal data yang disampaikan oleh penyedia informasi.

02

Konteks hutan dan lahan

Referensi yang relevan membantu memahami karakter tutupan, tipe kawasan, dan kondisi lanskap di sekitar area sumber.

03

Perubahan dari waktu ke waktu

Informasi dari waktu yang berbeda membantu menempatkan perubahan yang teridentifikasi dalam urutan kejadian.

04

Citra pendukung

Citra digunakan untuk pemeriksaan visual dengan mempertimbangkan waktu perekaman, kualitas tampilan, dan batas interpretasi.

Peta sumber kayu

Membedakan batas sumber dan wilayah sekitarnya

Batas sumber ditampilkan bersama wilayah di sekitarnya untuk membantu pemeriksaan visual. Wilayah sekitar bukan bagian dari lokasi produksi yang diajukan.

  • Area sumber: batas yang dinyatakan ditampilkan secara jelas sebagai objek utama peninjauan.
  • Konteks lanskap: wilayah sekitar membantu interpretasi visual dan tidak memperluas area sumber.
  • Pemeriksaan visual: penelaah dapat memperbesar, menggeser, dan membandingkan informasi yang tersedia.
  • Snapshot dokumen: peta terpilih dapat disiapkan untuk Information Pack bersama legenda, tanggal, ruang lingkup, dan batas penggunaan. Distribusi eksternal tunduk pada kontrol akses dan ketentuan yang berlaku.
Skala tampilan

Menyesuaikan tampilan peta

Jangkauan peta dapat disesuaikan agar bentuk area dan kondisi sekitarnya terbaca. Tampilan tersebut tidak mengubah batas produksi dan tidak dapat menjadi dasar tunggal untuk menyimpulkan risiko.

Keterangan pada peta: pembaca harus dapat membedakan area sumber, konteks sekitar, tanggal informasi, legenda, dan keterbatasan interpretasi.
Membaca hasil

Arti status hasil analisis

Status menunjukkan hasil pemeriksaan atau tindak lanjut yang diperlukan. Status ini tidak menyatakan bahwa suatu sumber atau produk telah memenuhi EUDR.

Tidak ada indikasi teridentifikasi
Pemeriksaan tidak menemukan indikasi tertentu pada data dan cakupan analisis yang tercatat. Status ini bukan pernyataan bebas deforestasi atau patuh EUDR.
Indikasi untuk ditinjau
Sinyal tertentu memerlukan peninjauan manusia, pembandingan informasi, penjelasan sumber, atau bukti pendukung tambahan.
Data masukan belum memadai
Batas area belum dapat dibaca secara memadai atau tingkat detailnya belum sesuai dengan tujuan pemeriksaan.
Tersedia untuk klien
Hasil beserta ruang lingkup dan keterbatasannya tersedia dalam alur informasi klien. Status ini bukan persetujuan EUDR atau konfirmasi legalitas.
Peninjauan teknis tercatat
Penelaah telah melakukan pemeriksaan sesuai ruang lingkup yang dicatat. Status ini bukan audit, sertifikasi, assurance, atau validasi hukum.
Diskusi mengenai konteks sumber, bukti pendukung, dan keterbatasan data
Keterangan yang menyertai hasilSumber, waktu, ruang lingkup, keterbatasan, dan catatan penelaah
Rekam jejak analisis

Catatan yang menyertai analisis

Klien dapat membaca hasil bersama rincian area, tanggal analisis, kategori informasi, dan catatan penelaah. Keterbatasan dicantumkan agar hasil digunakan sesuai tujuan pemeriksaannya.

  • Identitas area dan asal data masukan dikaitkan dengan hasil terkait.
  • Tanggal analisis, ruang lingkup, dan versi metode dicatat pada keluaran.
  • Status hasil, catatan penelaah, dan keterbatasan tetap mengikuti hasil.
  • Snapshot peta mempertahankan batas area, legenda, tanggal, dan konteks pembacaannya.
Penggunaan kembali

Kapan hasil analisis dapat digunakan kembali?

Apa syarat penggunaan kembali hasil analisis?

Ketika berada pada perusahaan yang sama, area sumber tidak berubah, sumber belum diarsipkan, versi hasil masih tersedia untuk akses klien, informasi tanggal dan ruang lingkup tetap terlihat, serta tidak ada informasi baru yang memerlukan peninjauan. Penggunaan kembali hasil tidak otomatis berarti volume material masih tersedia.

Kapan perlu dilakukan analisis baru?

Ketika area sumber berubah, ruang lingkup lama tidak lagi memadai, muncul indikasi atau bukti baru, informasi saling bertentangan, atau penelaah memerlukan periode pemeriksaan tambahan.

Dasar pengembangan metode

Pelajaran dari pencatatan rantai pasok di lapangan

Material dapat berpindah melalui beberapa pemasok dan fasilitas sebelum sampai ke eksportir. Pengembangan metode mempertimbangkan cara data diperoleh, dicatat, dan dihubungkan pada setiap tahap tersebut.

  • Pengamatan lapangan: alur pelaku, transaksi, pengolahan, dokumen, dan titik serah menjadi bahan pengembangan.
  • Asal data: pihak penyedia, waktu penerimaan, dan tingkat detail informasi dicatat bersama data.
  • Kekurangan informasi: hubungan yang belum didukung bukti dicatat untuk diklarifikasi kepada pihak terkait.
  • Evaluasi metode: kasus penggunaan, perubahan aturan, dan temuan peninjauan menjadi bahan perbaikan.
Riset terapan

Kontribusi praktisi dan akademisi

SangkanLogix dikembangkan dari pengalaman praktik Wangoon, dialog dengan pelaku usaha, kajian regulasi, serta kolaborasi bersama praktisi, akademisi, dan spesialis. Pembelajaran ini membentuk desain sistem, tetapi tidak menjadikan platform sebagai auditor, lembaga sertifikasi, otoritas hukum, atau pihak yang menentukan kepatuhan EUDR.

Prinsip utama: sistem mengorganisasi dan menguji konsistensi informasi yang tersedia. Sistem tidak menciptakan bukti, mengautentikasi seluruh dokumen, atau menyimpulkan fakta yang tidak didukung data.

Metodologi dalam pilot terkendali

Metode tetap dikembangkan dan diuji secara internal. Penggunaan keluaran geospasial di luar lingkungan terkendali mengikuti status review regulasi dan ketentuan yang berlaku.