Kerangka yang dapat ditinjau

Hasil indikatif harus membawa konteks dan batasnya sendiri.

SangkanLogix mencatat ruang lingkup area, waktu pemrosesan, kategori informasi yang digunakan, catatan review, serta keterbatasan hasil. Informasi ini membantu penilaian risiko, tetapi tidak mengubah analisis geospasial menjadi keputusan hukum.

Tim meninjau peta dan grafik hasil analisis geolokasi indikatif
Lima kontrol utama

Dari area sumber ke hasil yang dapat ditinjau.

Kerangka publik menjelaskan tata kelola hasil dan kontrol mutu. Arsitektur pemrosesan, parameter, ambang teknis, serta konfigurasi infrastruktur merupakan informasi proprietary.

01 · INPUT

Integritas area

Area yang diajukan diperiksa keterbacaan, cakupan, tingkat detail, dan sumber informasinya.

02 · SOURCES

Peninjauan multi-sumber

Referensi geospasial dan informasi temporal digunakan sesuai fungsi, relevansi, dan keterbatasannya.

03 · CONTEXT

Konteks area

Indikator pada area sumber dibaca bersama konteks lanskap dan informasi rantai pasok yang tersedia.

04 · REVIEW

Penanganan indikasi

Indikasi atau anomali diarahkan untuk review manusia dan permintaan evidence tambahan jika diperlukan.

05 · RECORD

Hasil tercatat

Waktu, ruang lingkup, status, catatan reviewer, dan batas penggunaan disimpan bersama hasil.

Informasi publik yang proporsional

Cukup informatif untuk calon klien, tanpa membuka mesin analisis.

Situs publik menjelaskan kategori input, alur review, dan cara membaca hasil. Identitas layanan komputasi, konfigurasi pemrosesan, logika internal, serta parameter rinci tidak dipublikasikan.

01

Declared source area

Area sumber dibaca sesuai tingkat detail dan asal informasi yang dinyatakan oleh pihak penyedia data.

02

Forest and land context

Referensi yang relevan membantu memahami konteks tutupan, tipe hutan, dan kondisi lanskap.

03

Temporal indications

Informasi lintas waktu membantu menempatkan perubahan yang teridentifikasi pada urutan kejadian.

04

Supporting imagery

Citra pendukung digunakan untuk pemeriksaan visual, dengan memperhatikan kualitas dan keterbatasannya.

Area analisis dan konteks visual

Batas sumber tetap dibedakan dari lanskap di sekelilingnya.

Peta interaktif membantu reviewer memahami lokasi dalam konteks yang lebih luas tanpa menyamakan area sekitar dengan area produksi.

  • Area sumber: batas yang dinyatakan ditampilkan secara jelas sebagai objek utama review.
  • Konteks lanskap: area sekitar dapat ditampilkan untuk membantu interpretasi visual, bukan untuk memperluas sumber produksi.
  • Kontrol visual: reviewer dapat memperbesar, menggeser, dan membandingkan informasi yang tersedia.
  • Snapshot dokumen: peta terpilih dapat dimasukkan ke Information Pack bersama legenda, tanggal, ruang lingkup, dan batas penggunaan.
Bukan buffer kepatuhan

Jangkauan tampilan adalah pilihan presentasi, bukan ketentuan EUDR.

Skala tampilan dapat disesuaikan agar bentuk area dan konteks sekitarnya terbaca. Pengaturan tersebut tidak mengubah area produksi dan tidak dapat dipakai sebagai dasar tunggal untuk kesimpulan risiko.

Prinsip dokumen: pembaca harus dapat membedakan batas sumber, konteks sekitar, tanggal informasi, legenda, dan keterbatasan interpretasi.
Bahasa hasil yang terkontrol

Status teknis tidak boleh terdengar seperti keputusan kepatuhan.

Tidak ada indikasi teridentifikasi
Prosedur yang tercatat tidak mengidentifikasi indikasi tertentu pada informasi yang digunakan saat analisis. Ini bukan pernyataan compliant atau bebas deforestasi.
Indikasi memerlukan review
Sinyal tertentu memerlukan peninjauan manusia, pembandingan informasi, penjelasan sumber, atau evidence tambahan.
Area perlu diperbaiki
Batas belum dapat diproses secara memadai atau tingkat detail spasial belum cukup untuk tujuan review yang dinyatakan.
Dirilis untuk akses klien
Hasil beserta keterbatasannya tersedia dalam alur informasi klien. Status ini bukan persetujuan EUDR atau legal clearance.
Technical review tercatat
Reviewer melakukan pemeriksaan sesuai ruang lingkup yang dicatat. Status ini bukan audit, sertifikasi, assurance, atau validasi hukum.
Diskusi mengenai konteks sumber, evidence, dan keterbatasan data
Evidence requires context.Source, time, scope, limitations, and reviewer notes
Keterlacakan hasil

Transparansi tidak berarti membuka seluruh kekayaan intelektual.

Klien dan reviewer perlu mengetahui apa yang dinilai, kapan dinilai, hasil yang tercatat, dan apa yang tidak dapat disimpulkan. Mereka tidak memerlukan akses publik ke kode, parameter, atau konfigurasi internal.

  • Ruang lingkup hasil dan versi metode dicatat pada output.
  • Provenance material diungkap pada tingkat yang relevan untuk review dan kewajiban kontraktual.
  • Catatan keterbatasan mengikuti hasil, termasuk pada snapshot peta.
  • Detail teknis proprietary dibatasi melalui kontrol akses dan perjanjian layanan.
Penggunaan kembali

Hasil lama hanya dipertimbangkan kembali jika konteksnya masih sama.

Kapan hasil dapat dipertimbangkan untuk digunakan kembali?

Ketika berada pada perusahaan yang sama, area sumber tidak berubah, sumber belum diarsipkan, versi hasil masih tersedia untuk akses klien, informasi tanggal dan ruang lingkup tetap terlihat, serta tidak ada informasi baru yang memerlukan review. Penggunaan kembali hasil tidak otomatis berarti volume material masih tersedia.

Kapan perlu dilakukan analisis baru?

Ketika area sumber berubah, ruang lingkup lama tidak lagi memadai, muncul indikasi atau evidence baru, informasi saling bertentangan, atau reviewer memerlukan periode peninjauan tambahan.

Metodologi yang baik menjelaskan hasil tanpa membesar-besarkan maknanya.

Diskusikan kebutuhan informasi, ruang lingkup, serta keterbatasan yang perlu dinyatakan kepada buyer.