“Peta hijau berarti otomatis patuh.”
Peta adalah salah satu masukan penilaian risiko. Warna layer tidak menggantikan pemeriksaan sumber, legalitas, keterlacakan, dan evidence lainnya.
SangkanLogix menghubungkan sumber kayu, produk, PO, shipment, evidence, dan analisis geolokasi indikatif dalam satu alur informasi yang dapat ditinjau—agar data eksportir lebih siap menjawab kebutuhan due diligence operator Uni Eropa.
Geolokasi penting, tetapi ia harus dapat dihubungkan dengan komoditas, waktu produksi, legalitas, jumlah, pergerakan material, dan bukti pada shipment yang benar.
Peta adalah salah satu masukan penilaian risiko. Warna layer tidak menggantikan pemeriksaan sumber, legalitas, keterlacakan, dan evidence lainnya.
Sertifikasi dan verifikasi pihak ketiga dapat menjadi bukti pendukung, tetapi tidak mengambil alih tanggung jawab due diligence operator.
Yang dibutuhkan bukan hanya titik, tetapi hubungan yang dapat dijelaskan antara area sumber, material yang digunakan, kuantitas, dan shipment tertentu.
Artinya hanya tidak ada indikasi yang teridentifikasi oleh metode dan dataset tercatat. Itu bukan kesimpulan hukum atau keputusan kepatuhan EUDR.
Bukan hanya dashboard compliance generik. SangkanLogix mengikuti ritme bisnis kayu Indonesia dari sumber bahan baku sampai permintaan informasi buyer.
Buyer, supplier, fasilitas, pengelola hutan, pemilik lahan, plot, konsesi, produk, spesies, dan rute pasok.
Satu PO dapat memiliki beberapa shipment, sementara invoice, packing list, dan dokumen angkutan tetap ditautkan secara spesifik.
Penggunaan sumber dapat dicatat per shipment untuk membantu konsistensi logika pasokan dan mencegah alokasi yang melampaui catatan tersedia.
Dokumen sumber, angkutan, legalitas, transaksi, dan produksi ditempatkan pada konteksnya—bukan sekadar menjadi lampiran tanpa hubungan.
Permintaan analisis, hasil otomatis, layer metodologi, konteks visual, dan kontrol rilis Wangoon tercatat dalam satu workflow.
Output berbahasa Inggris dengan identitas klien, sumber data, metodologi, keterbatasan, dan paket evidence untuk diteruskan kepada buyer.
Setiap keluaran harus mempunyai jalan pulang menuju bukti sumbernya.
Buyer, produk, supplier, fasilitas, sumber, dan rute pasok.
Permintaan buyer dipecah ke pengiriman dan dokumen komersialnya.
Material ditautkan ke batch, sumber, jumlah, dan bukti pergerakan.
Ketersediaan dan konsistensi logis diperiksa; kekurangan dikembalikan.
Area sumber disaring dengan dataset dan metodologi yang tercatat.
Paket profesional disiapkan untuk mendukung proses buyer/operator.
SangkanLogix membedakan struktur sumber, ketersediaan geolokasi, jenis bukti, dan keterbatasan informasi agar penjelasannya tetap jujur.

Alur dapat memuat identitas pemilik, bukti penguasaan atau kepemilikan, polygon plot, jenis tanaman, estimasi atau catatan produksi, serta dokumen angkutan yang relevan seperti SAKR.

Alur mengakomodasi area konsesi atau unit pengelolaan, SKSHH yang relevan, bukti SVLK/PHPL, perizinan dan dokumen pendukung. Jika blok atau plot panen tidak tersedia, keterbatasannya dicatat—bukan disamarkan.
SangkanLogix menggunakan beberapa dataset untuk fungsi yang berbeda. Dataset, versi, tanggal analisis, geometri, dan metode ditampilkan agar hasil dapat dipahami—bukan hanya dipercaya.
Konteks indikatif keberadaan tutupan hutan pada cut-off 2020.
Primary, naturally regenerating, dan planted/plantation forest.
Indikasi kehilangan tutupan pohon tahunan dari rangkaian Landsat.
Konteks citra multispektral untuk peninjauan visual, dengan keterbatasannya.
Eksportir atau perusahaan klien mengelola dan menyatakan data sumber serta dokumen yang mereka unggah.
SangkanLogix menghubungkan data, menjalankan kontrol workflow, dan menyiapkan keluaran informasi.
Wangoon meninjau indikasi atau konsistensi evidence hanya ketika pemeriksaan manusia benar-benar dilakukan dan dicatat.
Operator atau trader yang berkewajiban menilai risiko, melakukan mitigasi, dan menyampaikan DDS sesuai kedudukannya.

SangkanLogix dikembangkan oleh Wangoon Research and Consulting dengan pengalaman praktik rantai pasok kayu, ketertelusuran, analisis GIS, kebijakan kehutanan, dan komunikasi evidence kepada buyer.

Mengapa geolokasi penting, tetapi tidak pernah cukup sendirian.
Baca
Membedakan permintaan komersial dari unit evidence yang benar-benar bergerak.
Baca
Satu tujuan informasi, tetapi sumber data dan tingkat detailnya tidak selalu sama.
BacaBangun alur informasi yang dapat ditelusuri dari shipment kembali ke sumber—dengan peran, evidence, dan keterbatasan yang dinyatakan secara profesional.